Sambang Kubur

Sepuluh tahun lalu, tepat seminggu setelah purna belajar di Pesantren Raudlatul Ulum, saya dan enam kawan melakukan perjalanan ziarah dari Pati hingga Madura tanpa uang sepeserpun. Modal kami hanya mental, tekad, nekat, dengan perlengkapan kamera poket untuk dokumentasi, sarung serta kemeja untuk berziarah dan celana serta kaus untuk menyusuri jalanan pantura dan tiduran di atas …

Lanjutkan membaca Sambang Kubur

Catatan Malam Takbir

Semua orang punya ingatan masa kecilnya, dan tak salah jika ingatan itu terkadang dijadikan sebagai bahan refleksi muhasabah era kini dan nanti. Setiap kali malam takbir tiba, saya selalu teringat keriuhan masjid. Saya dan teman-teman sebaya sibuk membuat kentongan jauh-jauh hari untuk ditabuh ketika malam takbir. Tak jarang, petasan yang telah ditabung selama bulan puasa, …

Lanjutkan membaca Catatan Malam Takbir

Shadikin Pard, Pelukis Tanpa Lengan yang Mengharumkan Bangsa dengan Kedua Kakinya

Terlahir sebagai tunadaksa atau tanpa tangan, tidak membuat Shadikin Pard pesimis menjalan hidup. Lebih dari itu, ia berhasil membuktikan bahwa kekurangan bukanlah aral melintang yang mengganjal langkah menuju kesuksesan. Hujan sudah reda ketika kaki saya memasuki gerbang Taman Balekambang, Surakarta. Di dalam, di atas tanah yang masih basah, ratusan pelukis dari penjuru negeri sedang sibuk …

Lanjutkan membaca Shadikin Pard, Pelukis Tanpa Lengan yang Mengharumkan Bangsa dengan Kedua Kakinya

Hampir Mati Mengejar Wawancara dengan Jowo (Jokowi & Prabowo)

Seminggu yang lalu, kami menghubungi orang-orang terdekat Jokowi dan Prabowo dengan membawa misi bisa wawancara langsung dengan kedua capres itu. Wawancara santai terkait Industri Hasil Tembakau yang telah menghidupi jutaan masyarakat dan berjasa besar terhadap pemasukan negeri tercinta ini, yang dari hulu ke hilirnya dikerjakan oleh rakyat Indonesia sendiri. Kami rasa perlu mengetahui apa yang …

Lanjutkan membaca Hampir Mati Mengejar Wawancara dengan Jowo (Jokowi & Prabowo)

Kenapa Hati Saya Tidak Bergetar Tatkala Mendengar Ceramah Ustadz-ustadzah di TV?

“Kidung-kidung, syair-syair, atau puja pujian yang sering dilantunkan mbah-mbah dengan suara parau di musala dan masjid ketika manjing waktu salat, diciptakan oleh para kekasih Allah dengan pemahaman keilmuan yang sangat mendalam.” Kata sesepuh dulu, “ambillah perkara baru yang baik, tapi jangan melupakan perkara lama yang juga baik”. Tetapi perkembangan zaman yang semakin menjadikan manusia terus …

Lanjutkan membaca Kenapa Hati Saya Tidak Bergetar Tatkala Mendengar Ceramah Ustadz-ustadzah di TV?

Wak Kaji Sandiaga Uno Diciptakan Gusti Alloh untuk Mencerdaskan Kita Semua

Semalam tadi, banyak kawan yang wasap saya menanyakan soal gaya wudu Santri Post-Islamisme, Wak Kaji Sandiaga Uno, yang lagi viral di jagad media sosial. Lengkap dengan video Wak Kaji Sandiaga ngobok-ngobok air gayung, beberapa dari mereka menanyakan 'madzhab mana yang mengajarkan wudu seperti itu?" Saya tak menjawab, karena selain bukan ahli fikih apalagi perbandingan madzhab, …

Lanjutkan membaca Wak Kaji Sandiaga Uno Diciptakan Gusti Alloh untuk Mencerdaskan Kita Semua

Obrolan “Agak Serius” soal Bela Tauhid dengan Driver Ojek Online

Pekoknya (ngeyel) manusia mungkin disebabkan oleh dua hal, yakni karena kesusahan mengakses sumber lain dan menutup diri dari sumber-sumber yang dianggap tidak menguntungkan, baik secara pribadi maupun komunalnya. Kegaduhan di dunia maya mungkin disebabkan oleh satu hal, masyarakat yang gila mengkonsumsi teks tanpa dibarengi kecerdasan atau mungkin menutup mata terhadap konteks terjadinya sebuah teks tersebut. …

Lanjutkan membaca Obrolan “Agak Serius” soal Bela Tauhid dengan Driver Ojek Online

Sebuah Pesan dari Mamak

Sebagai seorang anak yang sejak kecil menjalani hidup jauh dari dekapan orangtua, saya selalu berpikir 'apa yang bisa saya berikan untuk kebahagian bapak dan mamak'. Uangkah, sekolah yang tinggi, bakti, akhlak yang baik atau apa?' Saya tak pernah bertanya langsung apa yang diinginkan bapak dan mamak, karena jawabannya sudah pasti menginginkan saya menjadi seseorang yang …

Lanjutkan membaca Sebuah Pesan dari Mamak

Rindu

Akhir 2012, saya bersama dua rekan, Edi dan Ulin, sowan kembali ke ndalem Kiai Basyir Kudus, guru kami dalam menjalankan laku puasa dalail. Kedatangan kali itu untuk meminta doa pungkasan puasa dalail Quran yang sudah genap setahun, selanjutnya meminta ijazah dalilul khairat untuk laku puasa sembari mendawamkan shalawat kami 4 tahun mendatang. Hangat sekali dalam …

Lanjutkan membaca Rindu

Bang Yus, Supir Taksi Bermata Merah

Hujan rintik membasahi Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat. Dari balik jendela, jelas sekali terlihat rintik hujan semakin deras, hingga akhirnya hujan tumpah. Meski begitu, semerbak bau tanah Makassar tetap tercium ketika kaki saya pertama menapakkan kaki di kota pelaut ini. Saya menggegaskan langkah kaki keluar bandara, bukan karena ketakutan hari …

Lanjutkan membaca Bang Yus, Supir Taksi Bermata Merah