Surat Buat Bapak dan Ibu

Emak , Bapak, Kang Khalil Gibran pernah berkata “Anakmu bukan anakmu, mereka adalah anak kehidupan.” Jadi, biarkan aku menjadi anak kehidupan ini, Mak, Pak. Biarkan aku mengepakkan sayapku selebar mungkin, dan terbang melintasi khatulistiwa. Hanya, ingatkan aku tatkala dalam menjalani bahtera kehidupan ini aku melenceng dari titah yang telah ditentukan Tuhan.

Namun biarkan anak mu ini menentang kekuasaan pemerintahmu. Karena Kang Gie juga pernah mengatakan “Guru bukan dewa dan murid bukanlah kerbau”. Jadi jika ada peraturan dan keputusan mereka merugikan rakyat, ridloi anakmu ini untuk menjadi seorang “pembangkang”.

Emak, Bapak, tak usah risau memikirkan aku di sini. Aku tak akan ikut mereka yang turun ke jalanan, berteriak, dan kadang membakar ban bekas. Aku hanya akan menggunakan akal dan jari untuk melawan mereka, meskipun belum seberapa, namun aku yakin senjata ini sedikit melegakan sebuah kegelisahan yang kian lama kian menyiksa batin.

Emak, Bapak, tenanglah kalian di rumah, meskipun aku anak kehidupan aku akan mematri takdimku kepada engkau berdua. tenanglah di sana Mak, Bapak, di Kota Rembang, Kota di mana aku dilahirkan…..

Iklan

Satu pemikiran pada “Surat Buat Bapak dan Ibu

  1. Ping-balik: Sebuah Pesan dari Mamak | Ibil Ar Rambany

Bijaklah dalam Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.