Pada Suatu Masa

Pada suatu masa, saat jenuh hidup di Ibu Kota tak lagi bersahabat dengan kemampuan bersabar, aku hanya ingin pulang. Saban pagi hingga senja datang, bermain dan belajar di ladang, merawat daun-daun sumber kehidupan.

Pada suatu masa, selepas dahaga ilmu dan pengalaman terhentaskan, aku hanya ingin pulang. Mengajak muda-mudia dan bromocorah yang termarjinalkan melakukan hal-hal sederhana yang bermanfaat untuk bumi tempat kelahiran.

Pada suatu masa, saat semua guru hanya mengajarkan berkuasa, aku hanya ingin pulang. Berguru pada simbah, bapak, ibu dan seluruh sesepuh desa tentang bagaimana mereka menjalani hidup tanpa pernah berharap terhadap para penguasa. Belajar bagaimana kekuatan yakin serta sumeleh mereka pada Sang Hyang Kuasa. Belajar bagaimana mereka melawan ego dan kemalasan-kemalasan. Dan belajar tentang konsepsi hidup guyup rukun di tengah segala keterbatasan.

Pada suatu masa, setelah Tuhan menampakkan wujudmu, aku hanya ingin engkau selalu berada di sisiku. Menikmati setiap detik gerak bumi hingga aku atau engkau dulu yang mati.

Iklan

Bijaklah dalam Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.