Hampir Mati Mengejar Wawancara dengan Jowo (Jokowi & Prabowo)

Seminggu yang lalu, kami menghubungi orang-orang terdekat Jokowi dan Prabowo dengan membawa misi bisa wawancara langsung dengan kedua capres itu. Wawancara santai terkait Industri Hasil Tembakau yang telah menghidupi jutaan masyarakat dan berjasa besar terhadap pemasukan negeri tercinta ini, yang dari hulu ke hilirnya dikerjakan oleh rakyat Indonesia sendiri.

Kami rasa perlu mengetahui apa yang ada di benak kedua calon yang punya pendukung progresif, militan dan agak kesepian itu soal IHT. Dengan wawancara singkat, kami rasa akan mampu mengukur kepada siapa keberpihakan keduanya, ke petani tembakaukah atau antirokok yang punya niat picik memberangus kretek dan digantikan dengan produk nikotin lainnya. Meski kami sadar, jawaban kaum politisi akan selalu sama: bermanis-manis, menikam kemudian.

Kami begitu yakin, tidak semua orang bisa mewawancarai kedua orang besar ini, apalagi orang-orang macam kami yang hampir setiap hari menjadikan indomie sebagai makanan wajib. Kami sudah berpikir akan tertolak, bahkan sebelum kami berpikir untuk menghubungi para ajudannya.

Tetapi perhitungan kami salah. Kemarin ponsel saya berdering kencang karena ada telfon dari nomor yang tak saya kenal.

“Selamat pagi,” suara dari seberang sana terdengar. “Betul ini dengan Bapak Selamet Widodo?”

“Iya, betul.” Belum sempat saya bertanya siapa gerangan yang menelfon ini, suara dari seberang kembali terdengar.

“Bapak, kami informasikan, besok jam 09.00 Pak Presiden akan bertemu Bapak Prabowo secara tertutup di Istana Kepresidenan. Tadi Bapak Presiden berpesan, teman-teman KNPK dipersilahkan jika ingin bertemu untuk wawancara terkait pertembakauan di Indonesia. Jam 10.00 tepat ya, Pak”.

Bajingklak. Tangan saya bergetar. Jantung saya berdegup lebih kencang. Mimpi apa semalam, pagi-pagi ajudan Presiden menelfon, memberi kabar permintaan wawancara diacc.

Tentu saja saya girang sekaligus panik. Panik bukan karena apa-apa, hanya karena saya masih di Rembang dan malam nanti tujuh harian wafatnya simbah kakung. Sentak saya langsung membuka aplikasi tiket.com. Memesan penerbangan pertama dari Semarang.

Saya menapakkan kaki di Bandara Achmad Yani, Semarang, tepat pukul 6.30. Sekira 30 menit lagi, pesawat akan take off membawa saya menuju Jakarta. Sampai Jakarta kira-kira pukul 08.00, dilanjut perjalanan darat 1 jam setengah menuju Istana. Jadi, setidaknya saya masih punya waktu setengah jam untuk raup dan mecak necis sebelum bertemu kedua orang pujaan cebong dan kampret itu.

Di dalam pesawat, hati saya amat tidak tenang. Campur aduk antara dag dig dug karena sebentar lagi ketemu Jowo, juga kepikiran bunyi mesin pesawat ugal-ugalan tak wajar. Maklum saya punya pengalaman agak mengerikan di dalam pesawat.

Benar saja, meski dari darat langit terlihat cerah membahagiakan, di atas ternyata mendung pekat. Pesawat meliuk-liuk menghindari mendung tebal itu, sesekali juga menerobosnya. Beberapa kali turbulensi menggoncang seisi pesawat. Seperti biasa, shalawat adalah andalan ketika pada posisi seperti ini.

Semakin lama, cuaca semakin tidak bersahabat. Goncangan demi goncangan terus datang, seperti bayang-bayang mantan yang terus menghantui. Sayup-sayup saya mendengar, Pilot mengimbau untuk mengenakan sabuk pengaman. Paramugari dan pramugara hilir-mudik memastikan penumpang dalam keadaan tenang. Aman.

Bukannya turbulensi reda, goncangan malah semakin menjadi. Kami tergoncang-goncang terhempas. Saya memejamkan mata, merapal doa. Beberapa saat kemudian, saya membuka mata di tengah goncangan itu. Apa yang terjadi? Saya masih di atas kasur dan saya sadar goncangan tadi sebab Mbah Putri saya membangunkan untuk salat subuh.

Hailah, cuma mimpi rupanya.

 

Rembang, 9 Januari 2018

2 pemikiran pada “Hampir Mati Mengejar Wawancara dengan Jowo (Jokowi & Prabowo)

Bijaklah dalam Berkomentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.