Shadikin Pard, Pelukis Tanpa Lengan yang Mengharumkan Bangsa dengan Kedua Kakinya

Terlahir sebagai tunadaksa atau tanpa tangan, tidak membuat Shadikin Pard pesimis menjalan hidup. Lebih dari itu, ia berhasil membuktikan bahwa kekurangan bukanlah aral melintang yang mengganjal langkah menuju kesuksesan. Hujan sudah reda ketika kaki saya memasuki gerbang Taman Balekambang, Surakarta. Di dalam, di atas tanah yang masih basah, ratusan pelukis dari penjuru negeri sedang sibuk …

Lanjutkan membaca Shadikin Pard, Pelukis Tanpa Lengan yang Mengharumkan Bangsa dengan Kedua Kakinya

Ruhul Gendheng

Baru saja bapak setengah baya tiba-tiba masuk ke basecamp kami. Ia mengenakan kaos oblong dan celana loreng pendek. Matanya sayu, seperti orang yang kurang tidur. Tiada kata yang terucap dari mulutnya sesampainya di teras rumah, tempat di mana saya dan kiai Abied Muhammad melangsungkan ibadah ngopi. Tak ada salam, tiada basa basi, ia mengeluarkan sari …

Lanjutkan membaca Ruhul Gendheng

Nurani(?)

Dalam hidup ini, seberapa sering Anda melihat manusia yang tidak beruntung? Seberapa sering pula Anda hanya diam sambil merasakan ketidaktahanan melihat manusia-manusia tersebut? Seberapa sering pula Anda hanya mengacuhkannya dan berujar “kasihan sekali”, tanpa dibarengi tindakan nyata yang setidaknya mampu mengurangi beban hidupnya? Saya mungkin salah satu dari banyak orang yang hanya merasa iba terhadap …

Lanjutkan membaca Nurani(?)

Gadis Belia itu Bernama Rani

"Rumahku Pasar Rebo, Kak. Aku setiap selesai sekolah berangkat sama adikku, Rohim, ke sini untuk ngamen. Hasil ngamennya bukan untuk jajan, tapi untuk beli baju baru lebaran." Tutur gadis kecil kepadaku. Tangannya masih memainkan rumput yang ia cabut tadi. Rambutnya yang dikuncir diterpa angin, melambai-lambai. "Namaku Rani, Kak. Itu adikku, Rohim," katanya sambil menunjuk adiknya …

Lanjutkan membaca Gadis Belia itu Bernama Rani

Biar Emak Dibaca Kisahnya

"Beliau tak pernah mengeluh kepada suaminya dan -barangkali- siapapun yang ada di sekelilingnya. Hanya diam, memikirkan, dan mencoba memperbaiki tatkala banyak permasalahan yang datang silih berganti. Di balik wajah teduh dan senyum sumingrahnya, ia dengan mudah menyembunyikan tumpukan pikiran dalam benaknya. Iya, beliau pendiam dan pandai menyembunyikan permasalahan." Aku memanggilnya 'emak'. Si Emak yang telah …

Lanjutkan membaca Biar Emak Dibaca Kisahnya

Pahlawan Payung

Ketika kumembuka mata, jelas terlihat kipas kecil yang tergantung di langit-langit rumah masih berputar pelan. Badanku lunglai, lelah, dan lesu akibat mengerjakan transkip semalaman. Rasanya ingin kembali memejamkan mata, memuaskan dahaga tidur yang akhir-akhir ini memang tak pernah kuperhatikan. Di tengah kesadaran yang semakin hilang, aku terpaksa kembali membuka lebar-lebar mataku, mencoba merangsang syaraf-syaraf telinga …

Lanjutkan membaca Pahlawan Payung