Sambang Kubur

Sepuluh tahun lalu, tepat seminggu setelah purna belajar di Pesantren Raudlatul Ulum, saya dan enam kawan melakukan perjalanan ziarah dari Pati hingga Madura tanpa uang sepeserpun. Modal kami hanya mental, tekad, nekat, dengan perlengkapan kamera poket untuk dokumentasi, sarung serta kemeja untuk berziarah dan celana serta kaus untuk menyusuri jalanan pantura dan tiduran di atas …

Lanjutkan membaca Sambang Kubur

Catatan Malam Takbir

Semua orang punya ingatan masa kecilnya, dan tak salah jika ingatan itu terkadang dijadikan sebagai bahan refleksi muhasabah era kini dan nanti. Setiap kali malam takbir tiba, saya selalu teringat keriuhan masjid. Saya dan teman-teman sebaya sibuk membuat kentongan jauh-jauh hari untuk ditabuh ketika malam takbir. Tak jarang, petasan yang telah ditabung selama bulan puasa, …

Lanjutkan membaca Catatan Malam Takbir

Obrolan “Agak Serius” soal Bela Tauhid dengan Driver Ojek Online

Pekoknya (ngeyel) manusia mungkin disebabkan oleh dua hal, yakni karena kesusahan mengakses sumber lain dan menutup diri dari sumber-sumber yang dianggap tidak menguntungkan, baik secara pribadi maupun komunalnya. Kegaduhan di dunia maya mungkin disebabkan oleh satu hal, masyarakat yang gila mengkonsumsi teks tanpa dibarengi kecerdasan atau mungkin menutup mata terhadap konteks terjadinya sebuah teks tersebut. …

Lanjutkan membaca Obrolan “Agak Serius” soal Bela Tauhid dengan Driver Ojek Online

Sebuah Pesan dari Mamak

Sebagai seorang anak yang sejak kecil menjalani hidup jauh dari dekapan orangtua, saya selalu berpikir 'apa yang bisa saya berikan untuk kebahagian bapak dan mamak'. Uangkah, sekolah yang tinggi, bakti, akhlak yang baik atau apa?' Saya tak pernah bertanya langsung apa yang diinginkan bapak dan mamak, karena jawabannya sudah pasti menginginkan saya menjadi seseorang yang …

Lanjutkan membaca Sebuah Pesan dari Mamak

Bang Yus, Supir Taksi Bermata Merah

Hujan rintik membasahi Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat. Dari balik jendela, jelas sekali terlihat rintik hujan semakin deras, hingga akhirnya hujan tumpah. Meski begitu, semerbak bau tanah Makassar tetap tercium ketika kaki saya pertama menapakkan kaki di kota pelaut ini. Saya menggegaskan langkah kaki keluar bandara, bukan karena ketakutan hari …

Lanjutkan membaca Bang Yus, Supir Taksi Bermata Merah

Cantolkan Islam pada Kejernihan Hatimu, Bukan pada Kekuasaan

Para pembawa Islam pada abad pertengahan masuk ke Indonesia dengan konsep yang lengkap. Ada ajaran tauhid, ibadah, syariah, muamalah, ilmu fikih, ilmu dakwah, dan ilmu tasawuf, tak terkecuali jihad fi sabilillah. Semua itu dirangkai dalam peraturan yang serasi, tidak bertabrakan dengan satu dan lainnya. Pembawa Islam di Indonesia ini mengajarkan Islam tidak melalui kekuasaan, tetapi …

Lanjutkan membaca Cantolkan Islam pada Kejernihan Hatimu, Bukan pada Kekuasaan

Sebuah Ocehan Bangun Tidur Tentang NU

Tahun 2004, selepas menuntaskan pendidikan sekolah dasar, saya diasingkan kedua orangtua ke Pondok Pesantren Al-Hikmah, Ngadipurwo, Blora, Jawa Tengah. Di sana, meski saya agak mbeling, saya ditempa untuk giat memelajari dasar-dasar agama Islam. Diajari bagaimana menjadi manusia berbudi dengan kitab akhlakul lil banin, diajari mana yang boleh mana yang tidak dengan kitab-kitab fikih, dan menghafal …

Lanjutkan membaca Sebuah Ocehan Bangun Tidur Tentang NU

10 Menit yang Mengesankan bagi Perokok

Bagi perokok berat macam saya, 10 menit saat kereta berhenti adalah waktu yang sangat membahagiakan. Pasca memutuskan berhenti bekerja di kantor konsultan informasi publik enam bulan lalu, saya kemudian bekerja di Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) dan memfokuskan diri menyelesaikan beberapa naskah buku yang sempat tersendat. Dua tahun bergiat di dunia keterbukaan informasi publik dan …

Lanjutkan membaca 10 Menit yang Mengesankan bagi Perokok

PKS Adalah Ujian dari Gusti Alloh untuk NU

Barangkali, NU sengaja dibuat sibuk menanggapi tingkah lucu PKS wa akhwatuha, sementara kader-kader lucu mereka (PKS waakhwatuha) makin masif turun ke bawah untuk menanamkan ideologi demi merebut kursi kekuasaan.   Boleh dibilang, PKS wa akhwatuha menggunakan strategi "lempar umpan, nelikung kemudian"   Untungnya, NU sangat teruji oleh serangan macam ini. NU sadar betul, menghadapi masalah …

Lanjutkan membaca PKS Adalah Ujian dari Gusti Alloh untuk NU

Sukir, Munkar dan Nakir

Seberuntung-beruntungnya manusia adalah mereka yang mati muda. Seperti yang dialami Sukir. Ia meninggal dunia di umur 27 tahun. Meninggal muda adalah cita-cita Sukir yang paling ia idamkan selama hidup. Karena dengan meninggal muda, Sukir semakin dekat dengan Allah dan terbebas dari dunia fana yang berlumur dosa. Selama hidup, hari-hari Sukir dihabiskan untuk mengaji dan berdakwah. …

Lanjutkan membaca Sukir, Munkar dan Nakir