Kiai Kufar

Di antara para kiai alim dan wira’i di dusun Karang Jong, sebuah dusun di Blora Selatan, Kiai Kufar lah yang  paling menyita perhatian masyarakat. Bukan karena ia lebih jadug, lebih wira’i, dan punya label kiai  di depan namanya (lha wong memang nama aslinya Kiai Kufar je), tetapi perihal kelakuannya yang menjadi kealim-aliman dan mulutnya yang …

Lanjutkan membaca Kiai Kufar

Tren Website Mahasiswa

*Portal Berita Mahasiswa UIN Jakarta Perkembangan internet makin pesat. Pembuatan website kian melesat. Seiring pesatnya perkembangan internet, website pun tengah mendapat tempat di hati masyarakat, tak terkecuali mahasiswa. Kebanyakan dari mereka menggunakan website sebagai ladang bisnis. Kabarnya, aktivitas baru ini dapat menghasilkan pundi-pundi rupiah. Keuntungan yang didapat pun berlipat ganda dari modal yang dikeluarkan. Keuntungan …

Lanjutkan membaca Tren Website Mahasiswa

Rektorat dan Mahasiswa

“Jika ada konflik di antara kita itu wajar karena kita dibesarkan di lingkungan yang berbeda, memuyai kepribadian yang berbeda, usia yang berbeda dan juga sudut pandang yang berbeda [Drama Korea: I Do, I Do]. Hidup tanpa konflik seperti nikah tapi tidak “nganu-nganu”, hambar dan membosankan. Kapanpun dan dimanapun, tak peduli sedang musim paceklik atau panen …

Lanjutkan membaca Rektorat dan Mahasiswa

Jangan Jadi Pembunuh, Buya!

“…..harus dipertimbangkan juga buruh pabrik rokok, petani tembakau dan lain-lain,” Ahmad Syafii Maarif Demikian penggalan dhawuh Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, saat dimintai pendapat mengenai fatwa rokok haram yang disepakati Muhammadiyah pada 8 Maret 2010 di Yogyakarta.  Dalam berita yang ditulis oleh dua wartawan (Siswanto dan Suryanta Bakti Susila) dan diterbitkan pada Minggu, 14 Maret …

Lanjutkan membaca Jangan Jadi Pembunuh, Buya!

Rokok adalah Alat Berdzikir Kekinian

“Seluruh sumber masalah di dunia ini bersumber dari orang-orang bodoh dan fanatik, yang sedemikian yakin dengan diri mereka sendiri. Sebaliknya, orang-orang “bijak” selalu dipenuhi keraguan!”  Bertrand Russell. Bangsa ini adalah bangsa fanatik. Saking fanatiknya terhadap sesuatu, seseorang berani dengan suka rela mempertaruhkan dirinya untuk membela mati-matian apa yang telah diyakini. Termasuk dalam menyikapi rokok tak …

Lanjutkan membaca Rokok adalah Alat Berdzikir Kekinian

Syarif Hidayatullah Tak Lagi Ada di UIN Jakarta

“Apalah arti sebuah nama?,’’ kata sastrawan Inggris, William Shakespeare. ‘‘Meskipun kita menyebut mawar dengan nama lain, wanginya akan tetap harum." Bagi sebagian orang, nama tak selalu mencerminkan sikap serta perilaku seseorang. Banyak orang-orang keren di negeri ini yang memiliki nama dengan arti apik dan dinisbahkan dari tokoh terkenal. Semisal Surya Dharma Ali, Nazaruddin, Anas Urbaningrum, tetapi kelakuan …

Lanjutkan membaca Syarif Hidayatullah Tak Lagi Ada di UIN Jakarta

Persma Bukan Barang Haram

“Salatiga Kota Merah”, begitulah judul pada cover Majalah Lentera hasil karya awak redaksi LPM Lentera Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga. Maksud hati ingin menyusun puzzle sejarah yang masih tercecer, namun sambutan yang luar biasa dicontohkan oleh pejabat kampus maupun aparatur pemerintah Salatiga, mereka menarik dan membakarnya. Apresiasi yang sebesar-besarnya wajib diberikan teruntuk awak redaksi LPM …

Lanjutkan membaca Persma Bukan Barang Haram

Santri Tulang

“Santri bukan yang mondok saja, tapi siapapun yang berakhlak seperti santri, dialah santri,” Musthofa Bisri. Ketika ditanya tentang santri, maka dengan spontan masyarakat Indonesia akan menjawab pondok, kiai, kitab kuning, sarung, peci dan perangkat dlohir lain yang melekat pada santri. Selalu terbatas pada apa yang terlihat mata. Sehingga, tak heran jika kemudian muncul perdebatan dan …

Lanjutkan membaca Santri Tulang

Jangan Mati Sebelum Merokok

Zaidun tertangkap tangan merokok sambil buang hajat. Bau asap rokok yang harum sampailah pada hidung pengurus yang kebetulan sedang lewat depan kamar mandi. Santri cerdas yang tak pernah memiliki cacatan kesalahan itu pun disergap dan digelandang menuju kantor pengurus. Ia diinterogasi. Beberapa jam kemudian, Zaidun terlihat berdiri lesu di pelataran pesantren. Potongan rambutnya menjadi acak-acakan, …

Lanjutkan membaca Jangan Mati Sebelum Merokok

Muktamar, NU dan Rokok

Malam itu angin terasa dingin menyentuh kulit. Semakin malam, rasa dingin semakin membuat tubuh menggigil. Namun, rasa dingin itu tampaknya tak menyurutkan antusias puluhan ribu muktamirin (peserta muktamar) dan muhibbin (penggembira muktamar) dari berbagai elemen masyarakat untuk mengikuti rangkaian acara pembukaan Muktamar ke 33 Nahdlatul Ulama di Alun-alun Jombang, Jawa Timur. Tempat di mana NU lahir. Tentu rakyat Jombang, khususnya, tak …

Lanjutkan membaca Muktamar, NU dan Rokok