Bang Yus, Supir Taksi Bermata Merah

Hujan rintik membasahi Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ketika pesawat yang saya tumpangi mendarat. Dari balik jendela, jelas sekali terlihat rintik hujan semakin deras, hingga akhirnya hujan tumpah. Meski begitu, semerbak bau tanah Makassar tetap tercium ketika kaki saya pertama menapakkan kaki di kota pelaut ini. Saya menggegaskan langkah kaki keluar bandara, bukan karena ketakutan hari …

Lanjutkan membaca Bang Yus, Supir Taksi Bermata Merah