Shadikin Pard, Pelukis Tanpa Lengan yang Mengharumkan Bangsa dengan Kedua Kakinya

Terlahir sebagai tunadaksa atau tanpa tangan, tidak membuat Shadikin Pard pesimis menjalan hidup. Lebih dari itu, ia berhasil membuktikan bahwa kekurangan bukanlah aral melintang yang mengganjal langkah menuju kesuksesan. Hujan sudah reda ketika kaki saya memasuki gerbang Taman Balekambang, Surakarta. Di dalam, di atas tanah yang masih basah, ratusan pelukis dari penjuru negeri sedang sibuk …

Lanjutkan membaca Shadikin Pard, Pelukis Tanpa Lengan yang Mengharumkan Bangsa dengan Kedua Kakinya

10 Menit yang Mengesankan bagi Perokok

Bagi perokok berat macam saya, 10 menit saat kereta berhenti adalah waktu yang sangat membahagiakan. Pasca memutuskan berhenti bekerja di kantor konsultan informasi publik enam bulan lalu, saya kemudian bekerja di Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) dan memfokuskan diri menyelesaikan beberapa naskah buku yang sempat tersendat. Dua tahun bergiat di dunia keterbukaan informasi publik dan …

Lanjutkan membaca 10 Menit yang Mengesankan bagi Perokok

Pojok Rumah Kretek Indonesia

Kekasih, kali ini pojok Rumah Kretek Indonesia (RKI) dijamah oleh tangan-tangan kreatif para seniman yang selalu mempertimbangkan makna di setiap lakunya. Hampir 3 jam abangda-abangda salik itu bahu membahu, berbagi tugas dan saling menyeka keringat di tengah desingan peluru kesepian, akhirnya jadilah mini studio yang merepresentasikan keberagaman. . Di dalamnya ada tas tentara, surat-surat tentara …

Lanjutkan membaca Pojok Rumah Kretek Indonesia

Rokok Mengandung Darah Babi Adalah Hoax yang Diulang-ulang

Isu rokok mengandung darah babi terus direproduksi dari tahun-tahun ke tahun dengan data dan angle yang sama. Sebagai negara berpenduduk muslim dengan konsusmsi makanan halal terbesar, Indonesia kerap kali tercemari oleh isu-isu berbalut agama yang beberapa kali mampu membuat kisruh atau setidak-tidaknya membuat ramai masyarakat, baik di dunia offline maupun online. Hal ini diakibatkan beberapa …

Lanjutkan membaca Rokok Mengandung Darah Babi Adalah Hoax yang Diulang-ulang

Harga Rokok Naik, Aktivis Anti Rokok Sudah Siap Gulung Tikar?

Beberapa hari lalu, saat saya bertandang ke Kantor Redaksi Suara Pesantren, seorang kawan yang kebetulan pernah satu organisasi di kampus berkata serius, akan berhenti merokok apabila pemerintah sungguh-sungguh menaikkan harga rokok. Bagi saya, perkataan kawan itu tak ubahnya sebuah kelakar, karena mana mungkin pemerintah mak ciluk baaa begitu saja mengatrol harga asap kehidupan, tanpa mempertimbangkan …

Lanjutkan membaca Harga Rokok Naik, Aktivis Anti Rokok Sudah Siap Gulung Tikar?

Jangan Jadi Pembunuh, Buya!

“…..harus dipertimbangkan juga buruh pabrik rokok, petani tembakau dan lain-lain,” Ahmad Syafii Maarif Demikian penggalan dhawuh Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ahmad Syafii Maarif, saat dimintai pendapat mengenai fatwa rokok haram yang disepakati Muhammadiyah pada 8 Maret 2010 di Yogyakarta.  Dalam berita yang ditulis oleh dua wartawan (Siswanto dan Suryanta Bakti Susila) dan diterbitkan pada Minggu, 14 Maret …

Lanjutkan membaca Jangan Jadi Pembunuh, Buya!

Rokok adalah Alat Berdzikir Kekinian

“Seluruh sumber masalah di dunia ini bersumber dari orang-orang bodoh dan fanatik, yang sedemikian yakin dengan diri mereka sendiri. Sebaliknya, orang-orang “bijak” selalu dipenuhi keraguan!”  Bertrand Russell. Bangsa ini adalah bangsa fanatik. Saking fanatiknya terhadap sesuatu, seseorang berani dengan suka rela mempertaruhkan dirinya untuk membela mati-matian apa yang telah diyakini. Termasuk dalam menyikapi rokok tak …

Lanjutkan membaca Rokok adalah Alat Berdzikir Kekinian

Jangan Mati Sebelum Merokok

Zaidun tertangkap tangan merokok sambil buang hajat. Bau asap rokok yang harum sampailah pada hidung pengurus yang kebetulan sedang lewat depan kamar mandi. Santri cerdas yang tak pernah memiliki cacatan kesalahan itu pun disergap dan digelandang menuju kantor pengurus. Ia diinterogasi. Beberapa jam kemudian, Zaidun terlihat berdiri lesu di pelataran pesantren. Potongan rambutnya menjadi acak-acakan, …

Lanjutkan membaca Jangan Mati Sebelum Merokok

Filosofi Serta Nilai Budaya Budidaya Tembakau

Empat kali menanam, empat kali memanen dan empat kali pula hampir bangkrut, namun tak sedikit pun membuat kapok kedua orang tuaku untuk berhenti menanam tembakau. Motivasinya sederhana,  bukan dari seberapa hasil dari penjualannya, melainkan bagaimana upaya untuk terus bereksperimen menghasilkan tembakau yang berkualitas terbaik. Awalnya aku beranggapan, kedua orang tuaku tak ubahnya –maaf- keledai yang …

Lanjutkan membaca Filosofi Serta Nilai Budaya Budidaya Tembakau