10 Menit yang Mengesankan bagi Perokok

Bagi perokok berat macam saya, 10 menit saat kereta berhenti adalah waktu yang sangat membahagiakan. Pasca memutuskan berhenti bekerja di kantor konsultan informasi publik enam bulan lalu, saya kemudian bekerja di Komite Nasional Pelestarian Kretek (KNPK) dan memfokuskan diri menyelesaikan beberapa naskah buku yang sempat tersendat. Dua tahun bergiat di dunia keterbukaan informasi publik dan …

Lanjutkan membaca 10 Menit yang Mengesankan bagi Perokok

Iklan

Rokok Mengandung Darah Babi Adalah Hoax yang Diulang-ulang

Isu rokok mengandung darah babi terus direproduksi dari tahun-tahun ke tahun dengan data dan angle yang sama. Sebagai negara berpenduduk muslim dengan konsusmsi makanan halal terbesar, Indonesia kerap kali tercemari oleh isu-isu berbalut agama yang beberapa kali mampu membuat kisruh atau setidak-tidaknya membuat ramai masyarakat, baik di dunia offline maupun online. Hal ini diakibatkan beberapa …

Lanjutkan membaca Rokok Mengandung Darah Babi Adalah Hoax yang Diulang-ulang

Pada Suatu Masa

Pada suatu masa, saat jenuh hidup di Ibu Kota tak lagi bersahabat dengan kemampuan bersabar, aku hanya ingin pulang. Saban pagi hingga senja datang, bermain dan belajar di ladang, merawat daun-daun sumber kehidupan. Pada suatu masa, selepas dahaga ilmu dan pengalaman terhentaskan, aku hanya ingin pulang. Mengajak muda-mudia dan bromocorah yang termarjinalkan melakukan hal-hal sederhana …

Lanjutkan membaca Pada Suatu Masa

Harga Rokok Naik, Aktivis Anti Rokok Sudah Siap Gulung Tikar?

Beberapa hari lalu, saat saya bertandang ke Kantor Redaksi Suara Pesantren, seorang kawan yang kebetulan pernah satu organisasi di kampus berkata serius, akan berhenti merokok apabila pemerintah sungguh-sungguh menaikkan harga rokok. Bagi saya, perkataan kawan itu tak ubahnya sebuah kelakar, karena mana mungkin pemerintah mak ciluk baaa begitu saja mengatrol harga asap kehidupan, tanpa mempertimbangkan …

Lanjutkan membaca Harga Rokok Naik, Aktivis Anti Rokok Sudah Siap Gulung Tikar?

Karena Tuhan Tidak Ngelindur Saat Menciptakan Tembakau

Terimakasih tembakau, teruslah hidup, karena Tuhan tidak ngelindur saat menciptakanmu. Tulisan ini  saya tulis tidak dalam rangka melawan Hari Tanpa Tembakau Sedunia, atau ikut-ikutan kawan media sosial  yang meramaikan jagad maya dengan tagar #TerimakasihTembakau. Tulisan ini saya tulis murni karena saya memiliki beban berat jika tidak mengucapkan terimakasih kepada tembakau (eh kepada Allah yang telah menciptakan …

Lanjutkan membaca Karena Tuhan Tidak Ngelindur Saat Menciptakan Tembakau

Filosofi Serta Nilai Budaya Budidaya Tembakau

Empat kali menanam, empat kali memanen dan empat kali pula hampir bangkrut, namun tak sedikit pun membuat kapok kedua orang tuaku untuk berhenti menanam tembakau. Motivasinya sederhana,  bukan dari seberapa hasil dari penjualannya, melainkan bagaimana upaya untuk terus bereksperimen menghasilkan tembakau yang berkualitas terbaik. Awalnya aku beranggapan, kedua orang tuaku tak ubahnya –maaf- keledai yang …

Lanjutkan membaca Filosofi Serta Nilai Budaya Budidaya Tembakau

Petani Tembakau yang Membuat Sendu

“Buat apa menimbun harta. Yang terpenting besok bisa makan, sudah lebih dari cukup.” Begitulah yang sering diucapkan bapakku dan mungkin seluruh petani di desaku. Bagi petani di tempat kelahiranku tersebut, hidup tak perlu bergelimang harta, yang terpenting di hari esok, ada beras yang yang bisa dimasak dan dapur selalu mengepulkan asap di kala pagi datang. …

Lanjutkan membaca Petani Tembakau yang Membuat Sendu